Kelola THR dengan Cerdas: Memaksimalkan Manfaat, Bukan Sekadar Habis Sekejap!

Blogs Image

Hari Raya Idul Fitri selalu jadi momen yang ditunggu-tunggu setiap tahunnya. Selain jadi hari kemenangan setelah sebulan penuh berpuasa, Lebaran juga jadi waktu yang pas untuk kumpul keluarga dan mempererat silaturahmi. Nggak cuma itu, ada satu hal lagi yang bikin banyak orang semangat menjelang Lebaran—yup, tunjangan hari raya alias THR!

Tapi, pernah nggak sih ngalamin THR habis bahkan sebelum Lebaran tiba? Atau uang langsung menipis setelah pulang mudik? Kalau pernah, mungkin cara kelola THR-nya masih belum maksimal. Padahal, kalau dikelola dengan baik, THR nggak cuma bikin Lebaran lebih seru, tapi juga bisa bermanfaat lebih lama, bahkan setelah perayaan usai!

Jadi, bagaimana cara mengelola uang THR biar nggak cepat habis dan tetap bermanfaat dalam jangka panjang? Yuk, simak tips berikut agar THR bisa digunakan dengan lebih bijak dan optimal!

  1. Ubah Mindset

Menurut survei big data analytics dari Continuum Indonesia dan INDEF, 90% pekerja di Indonesia menggunakan uang THR untuk belanja, sementara hanya 6,6% yang menyisihkannya untuk tabungan atau investasi. Nggak heran kalau banyak orang merasa THR-nya "menghilang" dalam sekejap!

Salah satu penyebabnya adalah pola pikir bahwa THR membuat gaji jadi dua kali lipat lebih besar, sehingga dorongan untuk belanja tanpa perhitungan pun meningkat. Padahal, THR sebenarnya memiliki fungsi yang berbeda dari gaji bulanan.

Coba ubah cara pandangmu! THR nggak harus dihabiskan dalam sehari untuk belanja baju baru atau traktiran sana-sini. Sebagian bisa disisihkan buat hal yang lebih bermanfaat, seperti nabung buat masa depan, investasi, rencana liburan impian, atau bahkan ibadah umroh. Kalau dikelola dengan bijak, THR bisa kasih manfaat lebih lama, nggak cuma bikin senang sesaat!

  1.  Cek Pengeluaran THR

Supaya THR nggak habis begitu saja, penting banget buat nge-review pengeluaran Ramadan dan Lebaran di tahun-tahun sebelumnya. Kenapa? Agar kamu tahu ke mana aja uangmu mengalir dan bisa bikin perencanaan yang lebih baik tahun ini!

Dengan cek pengeluaran sebelumnya, kamu bisa memperkirakan berapa biaya yang dibutuhkan buat mudik, belanja makanan, kasih salam tempel, dan lain-lain. Dari situ, coba pilah mana yang memang perlu dan mana yang bisa dikurangi atau bahkan dihilangkan. Misalnya, kalau tahun lalu pengeluaran buat hampers terlalu besar, mungkin tahun ini bisa cari opsi yang lebih hemat tapi tetap berkesan.

Intinya, makin paham pola pengeluaranmu, makin gampang juga buat mengelola THR biar nggak habis tanpa jejak dan bisa lebih bermanfaat dalam jangka panjang!

  1. Kurangi Paparan Iklan

Nggak bisa dipungkiri, Ramadan dan Lebaran adalah “surga” buat promo! Mulai dari gratis ongkir, cashback, diskon gede-gedean, sampai flash sale yang bikin tangan gatel buat checkout. Nggak heran kalau konsumsi online masyarakat naik 3,6 kali lipat di bulan Ramadhan, seperti yang dilaporkan oleh Populix.

Godaan ini makin besar pas THR sudah cair. Tiba-tiba feed media sosial penuh sama iklan barang-barang yang “kelihatannya” wajib dibeli. Kalau nggak hati-hati, THR bisa langsung habis buat belanja impulsif!

Solusinya? Coba kurangi waktu scrolling atau bahkan unfollow akun brand yang sering bikin kamu lapar mata. Kedengeran lebay? Mungkin. Tapi kalau itu bisa bantu menjaga THR tetap aman dan nggak langsung lenyap gara-gara godaan promo, kenapa nggak? Yang penting, Lebaran tetap happy tanpa dompet jebol!

  1.  Bedakan Keinginan dan Kebutuhan

THR itu emang bikin senang, tapi kalau nggak dikelola dengan baik, bisa cepat banget habis buat hal-hal yang sebenarnya nggak perlu. Makanya, penting banget buat bikin skala prioritas dan bedain mana yang benar-benar kebutuhan dan mana yang cuma keinginan sesaat.

Kebutuhan itu pengeluaran yang wajib dan nggak bisa ditunda, kayak biaya mudik, bayar zakat fitrah dan zakat mal (2,5% dari harta kekayaan), melunasi hutang, atau memberi tunjangan untuk orang-orang yang bekerja di rumah. Sementara keinginan? Itu lebih ke hal yang bisa ditunda, misalnya beli baju baru, gadget baru, atau kendaraan baru yang sebenarnya masih bisa dipakai.

Dengan mengutamakan kebutuhan, kamu bisa memastikan THR digunakan dengan lebih bijak dan nggak terjebak beli barang yang nggak benar-benar penting. Jadi, sebelum checkout tanya dulu ke diri sendiri: Ini benar-benar butuh atau cuma lapar mata?

  1. Sisihkan Untuk Investasi

Supaya THR nggak habis begitu saja, idealnya 20-30% dari THR yang kamu terima dialokasikan untuk investasi. Dengan cara ini, kamu nggak cuma menghabiskan uang, tapi juga menyiapkan sesuatu yang berguna di masa depan. Jangan sampai THR hanya numpang lewat tanpa sisa!

Ada banyak pilihan investasi yang bisa dipertimbangkan. Kalau kamu butuh investasi jangka pendek dalam waktu mulai dari satu tahun, bisa pilih deposito atau reksa dana pasar uang. Tapi kalau kamu pengen hasil yang lebih besar dalam jangka panjang, investasi seperti reksa dana saham atau properti bisa jadi pilihan. Jenis investasi ini memang butuh waktu lebih lama (di atas 5 tahun), tapi potensi keuntungannya juga lebih tinggi!

Dengan menyisihkan sebagian THR untuk investasi, kamu nggak cuma menikmati momen Lebaran, tapi juga mempersiapkan masa depan yang lebih aman dan sejahtera. Jadi, jangan buru-buru habiskan THR, ya!

Selain reksa dana dan properti, deposito berjangka juga bisa jadi pilihan investasi yang aman dan menguntungkan. Buat kamu yang mau menyimpan THR dengan risiko rendah tapi tetap cuan, Deposito Berjangka BANK ABDI adalah solusinya! Dengan suku bunga kompetitif dan tenor fleksibel, THR kamu bisa tumbuh tanpa khawatir habis begitu saja.

Sekarang kamu sudah tahu kan cara mengatur THR agar lebih bijak, jadi nggak ada alasan untuk nggak mulai dari sekarang! THR emang nggak datang setiap bulan seperti gaji, tapi kalau dikelola dengan baik, manfaatnya bisa terasa lebih lama. Ingat, kebiasaan keuangan hari ini menentukan masa depanmu. Yuk, mulai investasi di Deposito Berjangka BANK ABDI dan bikin THR-mu lebih bermanfaat untuk masa depan!